UU Sistem Keolahragaan Nasional Belum Melindungi Suporter

Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional dianggap tetap belum mampu menjawab problem yang terjadi di dunia suporter Indonesia. Ledia Hanifa Amaliah selaku Anggota Komisi X DPR RI mengakui bahwa bahasan soal suporter tak pernah dikaji secara gamblang.

Anggota Legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera selanjutnya menyatakan bahwa suporter tak masuk secara rinci di dalam Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional. Ia menerangkan bahwa yang masuk di dalam UU SKO cuma menyatakan kata Penonton bukan Suporter.

“Undang-undang ini cuma menyatakan penonton di pasal 51. Ada juga pasal 75 yang menyatakan partisipasi penduduk namun itu terlampau luas,” kata Ledia Hanifa Amaliah selagi ditemui prediksi liga indonesia di kawasan Kebun Sirih Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2018).

Lebih lanjut Dia mengakui bahwa revisi UU SKO selanjutnya tak masuk di dalam Program Legislasi Nasional. “UU ini juga memang jarang didiskusikan mirip kawan-kawan di Komisi X.”

Sementara itu Ponaryo Astaman selaku General Manager Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia berharap sehingga pemerintah punya perhatian lebih spesifik perihal suporter di tanah air. “Untuk tehnis revisinya bagaimana mesti dibicarakan nanti bersama dengan Komisi X.”

Ledia Hanifa Amaliah juga senada bersama dengan Ponaryo. Akan namun ia berharap bahwa revisi undang-undang nanti tidak berkata soal pengamanan yang menurutnya akan menimbulkan persoalan baru kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *